Bab 27 : Etika Ketika di Luar Rumah dan di Jalan
Seorang muslim apabila ingin mencontoh Rasulullah bukan hanya mencontoh perkara wajib dan sunnah saja tapi di haruskan juga menjaga adab. Salah satu tujuan Rasulullah di utus adalah penyempurnaan adab, dan banyak sekali yg diajarkan salah satunya adalah adab di jalanan.
Urgensinya adalah dimana ketika seorang muslim beradab, maka akan di cintai Allah dan semua perbuatan dan kegiatan kita akan di isi dengan pahala yg mengalir. Tujuan dari adab itu sendiri adalah menyempurnakan adab. Dengan Adab kita akan semakin di cintai manusia.
#Beberapa Adab yang perlu kita perhatikan :
- Menyingkirkan apapun yg membahayakan, mengganggu, mengurangi kenyamanan di jalanan. Dalilnya adalah:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ، أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً، فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ : لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الْإِيمَانِ
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , ia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Iman itu ada tujuh puluh cabang lebih, atau enam puluh cabang lebih. Yang paling utama yaitu perkataan Lâ ilâha illallâh, dan yang paling ringan yaitu menyingkirkan gangguan dari jalan.Dan malu itu termasuk bagian dari iman.Hadist ini menunjukkan bahwa kalau kita ingin memiliki iman yg kokoh, sempurna maka kita harus memperkuat Tauhid kita dan hadist ini juga menunjukan bagaimana cara memiliki kepedulian sosial dan memiliki kepekaan yg tinggi yang mana hal ini merupakan bagian dari keimanan.
Iman itu mencakup keyakinan dan perbuatan hati, amalan anggota badan, perkataan lisan, serta semua yang bisa mendekatkan diri kepada Allâh Azza wa Jalla , juga segala yang dicintai dan diridhai-Nya, baik yang wajib maupun yang mustahabb. Itu semua masuk dalam iman.
- Menjaga atau Menundukan Pandangan di Jalan.
- Tidak menyakiti siapapun dengan lisan kita, termasuk ketika bersinggungan dengan pengendara lain. Tahan emosi dan amarah, jangan pernah memaki.
- Tidak sembarang membuang ludah dan sampah.
- Menghidupkan salam dengan sesama pengendara atau orang yg tidak berkendara. Hal ini salah satu solusi menghindari kecemburuan sosial. Salam menimbulkan rasa cinta, rasa hormat antar sesama. Mengangkat tangan tanpa mengucapkan salam tidak boleh, itu tradisi yahudi. sebaiknya sapa dan angkat tangan dengan mengucapkan salam.
- Tidak gengsi, sungkan memberi petunjuk jalan kepada orang yg tidak tahu jalan.
- Membantu orang yg di dzolimi di jalan, selama kita memiliki kemampuan utk membantu.
- Adab para wanita di jalan, apabila bertemu dgn laki-laki maka jalan kepinggir. Jangan menghalangi jalan, mengurangi kenyamanan di jalan.
- Menggunakan pakaian yg sesuai dengan kondisi dan lokasi, di dalam atau di luar rumah.
- Tidak melanggar rambu lalulintas.
Nabi Bersabda :
عَنْ أَبِـيْ سَعِيْدٍ سَعْدِ بْنِ مَالِكِ بْنِ سِنَانٍ الْـخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّـى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ
Dari Abû Sa’îd Sa’d bin Mâlik bin Sinân al-Khudri Radhyallahu anhu, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak boleh ada bahaya dan tidak boleh membahayakan orang lain.



